Bukan MBG, Pemerintah Pilih Pangkas Sejumlah Anggaran ini untuk Capai Efisiensi


Rabu, 18 Maret 2026 | 20:49 WIB | dilihat

Mayoritas ahli ekonomi kini menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk. Survei LPEM FEB UI Semester I 2026 yang melibatkan 85 responden menunjukkan 48% ekonom menilai kondisi ekonomi lebih buruk dibanding kuartal sebelumnya, 38% menilai stagnan, dan hanya 14% yang melihat adanya perbaikan. Survei yang sama juga menunjukkan tekanan inflasi makin terasa: sekitar 67% responden menilai inflasi meningkat, sementara hanya 6% yang melihat inflasi mereda. LPEM menyebut kombinasi persepsi ekonomi yang memburuk, tekanan harga yang naik, dan pasar kerja yang makin ketat sebagai sinyal yang perlu diwaspadai. ([lpem.org][1])

Yang membuat situasinya sensitif adalah potensi munculnya stagflasi, yakni ketika pertumbuhan ekonomi melemah tetapi inflasi tetap tinggi. Dalam publikasi makroekonominya, LPEM juga mencatat inflasi dua bulan pertama 2026 sempat melampaui batas atas sasaran BI 3,5% yoy, meski tekanan Maret diproyeksikan mulai mereda ke kisaran 3,07%–3,51% yoy. Artinya, ekonomi Indonesia memang belum berada dalam kondisi krisis, tetapi sinyal perlambatan, tekanan harga, dan lemahnya pasar kerja sudah cukup kuat untuk menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan pelaku usaha. ([lpem.org][2])

#EkonomiIndonesia #LPEMUI #Stagflasi #Inflasi #PasarKerja #PertumbuhanEkonomi #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved