KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan manipulasi harga ekspor crude palm oil atau CPO oleh sejumlah eksportir besar Indonesia. Nama Wilmar International dan Musim Mas ikut disebut dalam penyelidikan terkait under-invoicing dan transfer pricing.
Pemerintah menemukan indikasi harga ekspor yang dilaporkan hanya sekitar 50% dari nilai sebenarnya melalui skema trading company di Singapura. Investigasi awal dilakukan menggunakan analisis data berbasis AI sebelum dilanjutkan bersama BPKP dan Kejaksaan Agung.
Kasus ini menjadi sorotan karena berpotensi berdampak pada penerimaan negara, transparansi perdagangan, dan industri sawit nasional yang menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia.
Simak penjelasan lengkap modus dugaan manipulasi ekspor CPO, dampaknya bagi ekonomi Indonesia, dan langkah pemerintah dalam video ini.
#CPO #Sawit #Wilmar #MusimMas #EksporSawit #Purbaya #Kejagung #TransferPricing #UnderInvoicing #BeritaEkonomi #EkonomiIndonesia #Pajak #EksporIndonesia #KontanNews #HargaCPO #IndustriSawit #KasusSawit #AI #BeritaHariIni #Indonesia