Proyek Waste to Energy Hanya Selesaikan 13% Masalah Sampah Indonesia


Rabu, 28 Januari 2026 | 09:57 WIB | dilihat

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) ternyata bukan solusi tunggal untuk krisis sampah Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut, teknologi WtE yang ada saat ini baru bisa menangani sekitar 13% dari total sampah nasional. Untuk menutup celah tersebut, Indonesia butuh 20–33 unit WtE dengan investasi Rp3,1 triliun per unit, atau total Rp62–Rp102,3 triliun.

Hanif menekankan bahwa WtE hanyalah satu dari lima pilar pengelolaan sampah: pengolahan organik, TPS 3R/Bank Sampah Induk, TPST berbasis RDF, TPST non-RDF, dan WtE. KLHK menghitung kebutuhan dana penanganan sampah setahun ke depan mencapai Rp115 triliun, dengan biaya operasional harian sekitar Rp34 triliun. Di sisi lain, proyek PLTSa yang dikelola BPI Danantara ditargetkan mulai groundbreaking pada Maret 2026, setelah proses lelang dibuka sejak Desember, sebagai bagian dari dorongan percepatan solusi darurat sampah di kota-kota besar.

#SampahNasional #WasteToEnergy #PLTSa #PSEL #HanifFaisol #KLHK #PengelolaanSampah #EkonomiHijau #LingkunganHidup #Danantara #RosanPerkasaRoeslani #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved