AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Militer Al Udeid, Invasi ke Iran Tinggal Menunggu Waktu


Kamis, 15 Januari 2026 | 08:57 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Amerika Serikat siap melakukan intervensi militer ke Iran menyusul tindakan brutal rezim Teheran dalam menumpas aksi demo yang kini telah menelan ribuan korban jiwa.

Amerika Serikat memperingatkan akan ada akibat serius apabila Iran mengeksekusi pengunjuk rasa yang ditangkap.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di A-S, jumlah korban tewas dalam unjuk rasa Iran hingga Rabu (14/1/2026) mencapai 2.571 orang. Ada pula 135 korban tewas dari aparat pemerintah.

Di antara korban tewas terdapat sembilan anak dan sembilan warga sipil yang tidak terlibat demonstrasi. Sebanyak 10.700 orang telah ditangkap selama dua pekan terakhir. HRANA menghimpun data tersebut dari berbagai sumber di Iran.

Mencermati kondisi yang terjadi di Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbang berbagai opsi aksi militer guna menghentikan kekerasan terhadap warga sipil.

Namun, Iran mengaku tak gentar dengan ancaman A-S. Sejumlah pejabat Iran menyatakan, negara itu telah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan apabila terjadi serangan dari Amerika Serikat.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Selasa (13/1/2026) menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons keras jika diserang. Ia bahkan mengancam akan membakar Kawasan Timur tengah sebagai peringatan tegas kepada Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di wilayah tersebut.

Ghalibaf menyatakan, kapal-kapal militer AS, pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, serta wilayah Israel akan dianggap sebagai target sah apabila konflik pecah.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap keras Teheran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington, yang dikhawatirkan dapat menyeret kawasan ke dalam konflik berskala lebih luas.

Seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran, Amerika Serikat kini mulai menarik ratusan personel militernya dari Al Udeid, pangkalan udara terbesar mereka di Timur Tengah.

Para personel dipindahkan ke fasilitas militer dan hotel lain di kawasan, untuk menjauhkan mereka dari risiko balasan oleh Iran, jika AS benar-benar melancarkan serangan.

Pola ini sama dengan ketika pasukan AS menyerang situs nuklir Iran untuk membantu Israel dalam perang 12 hari, Juni 2025.

Saat itu, Iran meluncurkan rudal balasan ke arah pangkalan Al Udeid.

Sementara itu, penarikan pasukan A-S kali ini dinilai lebih terkoordinasi dan menjadi bagian dari persiapan menghadapi operasi militer potensial.

Namun, beberapa pejabat dari Israel dan negara-negara Arab disebut menyarankan AS menunda aksi militer demi mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved