Industri Farmasi Nasional Tertekan Kenaikan Bahan Baku


Kamis, 16 April 2026 | 22:13 WIB | dilihat

Industri farmasi nasional menghadapi tekanan baru di 2026 akibat gejolak geopolitik global yang mengganggu rantai pasok bahan baku impor. Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Djagad Prakasa Dwialam, menyebut prospek industri masih kuat, namun ketergantungan impor tetap menjadi risiko utama. Untuk mengantisipasi, perusahaan memperkuat diversifikasi pemasok, optimalisasi stok, serta mendorong penggunaan bahan baku lokal.

Tekanan serupa juga dirasakan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dan PT Combiphar, terutama dari kenaikan biaya bahan baku dan kemasan. Meski demikian, pelaku industri tetap optimistis dengan strategi efisiensi, diversifikasi bisnis, dan penguatan rantai pasok. Ke depan, kunci ketahanan industri farmasi terletak pada pengembangan bahan baku dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor.

#Farmasi #KimiaFarma #DaryaVaria #Combiphar #RantaiPasok #EkonomiIndonesia #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved