Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran justru membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat posisinya di pasar energi global. Penutupan Selat Hormuz membuat sekitar 20 juta barel minyak per hari tertahan, menciptakan kekosongan pasokan besar yang segera diisi oleh Rusia.
Langkah Donald Trump melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak Rusia mempercepat pergeseran ini. Dalam dua pekan, Moskow disebut meraup ratusan juta euro tambahan, dengan India dan China menjadi pembeli utama. Di tengah krisis, rantai pasok energi global tetap bergerak—dan pihak yang siap justru mengambil keuntungan terbesar. Pertanyaannya, apakah ini hanya peluang sementara… atau awal dominasi baru Rusia di pasar energi dunia?
#EnergiGlobal #Rusia #Geopolitik #MinyakDunia #SelatHormuz #KontanNews