Penangkapan dramatis Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan elite Delta Force Amerika Serikat menggeser fokus geopolitik dunia ke Caracas. Dalam operasi tengah malam yang diberi sandi *Operation Absolute Resolve*, militer AS melancarkan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah titik strategis di Venezuela sebelum mengekstradisi Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ke kapal USS Iwo Jima untuk dibawa ke New York guna menghadapi dakwaan narkoterorisme dan korupsi.
Langkah sepihak Washington ini langsung memicu perdebatan soal legalitas intervensi militer lintas batas, pelanggaran kedaulatan negara, hingga potensi preseden baru dalam penegakan hukum internasional. Di satu sisi, sebagian negara dan diaspora Venezuela menyambut penangkapan Maduro sebagai awal peluang transisi politik; di sisi lain, sejumlah pemimpin dunia mengecam operasi tersebut sebagai pelanggaran Piagam PBB dan kedaulatan Venezuela.
Dampaknya bukan hanya politis. Venezuela adalah salah satu pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, dan Trump sudah memberi sinyal bahwa perusahaan-perusahaan AS akan “sangat terlibat” dalam pengelolaan migas negeri itu pasca-operasi. Jika Washington benar-benar “mengelola” Venezuela sementara waktu, pasar energi global hingga dinamika politik Amerika Latin bisa berguncang bersamaan.([Wikipedia][2]) Pertanyaannya sekarang: apakah penangkapan Maduro akan membuka jalan menuju stabilitas baru, atau justru menyeret kawasan ke babak ketegangan yang lebih panjang?
#Venezuela #NicolasMaduro #DonaldTrump #DeltaForce #Geopolitik #MinyakDunia #AmerikaSerikat #AmerikaLatin #PolitikGlobal #KontanNews