PSBB bikin pendapatan negara loyo


Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:00 WIB | dilihat

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penerimaan negara sampai dengan akhir September 2020 terpantau loyo.



Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi dalam negeri dan pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).



Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukan realisasi pendapatan negara dan hibah hingga akhir September 2020 tercatat baru mencapai Rp 1.158,99 triliun atau 68,18% dari target APBN-Perpres 7/2020.



Dengan kata lain, capaian pendapatan negara tersebut tumbuh -13,65% year on year (yoy).



Realisasi Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan perpajakan secara nominal baru mencapai Rp 892,44 triliun atau 63,54% dari target.



Menkeu Sri Mulyani mengatakan, hampir seluruh jenis pajak utama mengalami tekanan pada Januari-September 2020. Tekanan itu terjadi karena perlambatan kegiatan ekonomi akibat Covid-19 dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.



“Kecuali PPh orang pribadi yang masih mampu tumbuh positif 1,97%. Sementara itu, pajak penghasilan (PPh) Migas kontraksi paling dalam seiring dengan penurunan harga dan volume," ujar Menkeu dalam Konferensi APBN Laporan Periode Realisasi September, Senin (19/10).



Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp260,87 triliun atau 88,69% dari target dan realisasi hibah mencapai Rp 5,68 triliun.



Realisasi PNBP sampai September 2020 lebih banyak ditopang dari kinerja positif pendapatan (Badan Layanan Usaha) BLU yang tumbuh sebesar 34,2% yoy. Beberapa BLU yang memberikan sumbangan besar misalnya Dana Perkebunan Kelapa Sawit (DPKS), pendapatan jasa pelayanan pendidikan, dan pendapatan pengelolaan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN).



#KontanTv #PendapatanNegara #PSBB



Video Terkait
Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved