KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Di tengah tekanan ekonomi global, Indonesia justru mencatat prestasi!
Neraca perdagangan kembali surplus—bahkan sudah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut.
Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, surplus perdagangan Indonesia pada Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,23 miliar dolar AS.
Tren positif ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak dunia.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, sektor industri pengolahan menjadi penopang utama ekspor.
Nilai ekspor industri pengolahan mencapai 37,06 miliar dolar AS, tumbuh 6,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk hilir kini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.
Beberapa komoditas unggulan meliputi:
Olahan minyak kelapa sawit
Olahan nikel
Produk kimia berbasis pertanian
dan Kendaraan bermotor
Strategi hilirisasi terbukti mampu meningkatkan nilai tambah dan menjaga stabilitas ekspor.
China masih menjadi pasar utama ekspor Indonesia.
Namun, pertumbuhan juga terjadi di pasar non-tradisional.
Ekspor ke Amerika Serikat meningkat lebih dari 56 persen,
sementara ke Uni Emirat Arab melonjak hingga 458 persen.
Kenaikan ini didorong oleh perjanjian perdagangan bebas yang memberikan tarif nol persen untuk sejumlah produk.
Ekspor olahan nikel juga menunjukkan peningkatan tajam.
Pengiriman ke China, Jepang, dan Singapura sama-sama mengalami lonjakan signifikan.
Hal ini menandakan pergeseran penting dalam struktur ekspor Indonesia.
Indonesia kini mulai beralih dari eksportir bahan mentah menjadi eksportir produk bernilai tambah.
Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga surplus perdagangan di tengah tekanan harga komoditas global.
Dengan tren ini, hilirisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan strategi nyata yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia.
Pertanyaannya, apakah tren positif ini bisa terus bertahan?
Subscribe untuk update ekonomi terbaru dan analisis mendalam lainnya.
Sampai jumpa di video berikutnya!
#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________