KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Konflik di Timur Tengah semakin memanas.
Pemerintah United Kingdom kini mengonfirmasi bahwa militer United States telah mulai menggunakan pangkalan militernya untuk mendukung operasi militer tertentu melawan Iran.
Langkah ini menandai potensi meluasnya konflik yang sudah melibatkan berbagai negara di kawasan.
Dua pangkalan strategis Inggris kini digunakan oleh militer Amerika, yaitu:
RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris barat daya dan Diego Garcia military base di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia.
Menurut laporan, pesawat pengebom strategis B-1B Lancer bomber milik Angkatan Udara Amerika telah mendarat di pangkalan Fairford.
Selain itu, pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy juga terlihat bersiaga di landasan pacu pangkalan tersebut.
Kehadiran pesawat-pesawat ini menunjukkan peningkatan kesiapan militer Amerika dalam menghadapi konflik dengan Iran.
Penggunaan pangkalan militer Inggris ini terjadi di tengah hubungan diplomatik yang sedikit memanas antara Presiden A-S Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Trump sebelumnya melontarkan kritik tajam terhadap Starmer yang dianggap lamban memberikan dukungan militer dalam konflik tersebut.
Melalui platform Truth Social, Trump bahkan menyindir rencana Inggris yang baru mempertimbangkan pengiriman dua kapal induk ke Timur Tengah.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Inggris menyatakan bahwa kapal induk HMS Prince of Wales (R09) kini berada dalam status siaga tinggi.
Kapal tersebut disiapkan untuk segera berlayar apabila pemerintah memutuskan untuk terlibat lebih jauh dalam konflik di Timur Tengah.
Perdana Menteri Starmer sebenarnya sempat berhati-hati dalam mengambil keputusan militer.
Ia menegaskan bahwa setiap aksi militer Inggris harus memiliki dasar hukum yang jelas serta strategi yang matang.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh trauma politik dari 2003 invasion of Iraq, ketika Inggris di bawah kepemimpinan Tony Blair ikut terlibat dalam invasi bersama Amerika Serikat.
Perang tersebut meninggalkan luka politik yang mendalam bagi publik Inggris.
Di dalam negeri, keputusan untuk terlibat dalam konflik ini memicu perdebatan besar.
Survei menunjukkan sekitar 56 persen warga Inggris mendukung keputusan awal pemerintah untuk tidak ikut serta dalam serangan militer.
Sementara itu, ribuan demonstran turun ke jalan di London, melakukan aksi protes anti-perang menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Mereka membawa berbagai spanduk yang menyerukan penghentian konflik.
Dengan digunakannya pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat, konflik Iran dan Barat kini berpotensi semakin meluas.
Di tengah ketegangan diplomatik, tekanan politik dalam negeri, serta ancaman serangan balasan, dunia kini menunggu langkah berikutnya dari para pemimpin global.
Apakah konflik ini akan semakin besar, atau justru membuka jalan menuju diplomasi baru?
#kontan #kontannews #kontantv