KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Seorang nelayan Indonesia bernama Sugianto menerima penghargaan dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.
Penghargaan itu diberikan dalam acara tahun baru 2026 pada Jumat (2/1/2026) di Istana Biru, Seoul, Korea Selatan.
Selain Sugianto, Presiden Lee juga menganugerahkan 10 individu lainnya atas kontribusi mereka di bidang masing-masing.
Dikutip dari Korea JoongAng Daily, penghargaan untuk Sugianto diberikan usai menyelamatkan tujuh lansia saat kebakaran hutan di Yeongdeok, Gyeongsang Utara pada Maret 2025.
Legenda esports dan juara dunia League of Legends, Lee Sang-hyeok yang lebih dikenal sebagai Faker, menerima Medali Cheongnyong, penghargaan olahraga tertinggi negara.
Penghargaan ini sebelumnya diberikan kepada pemain sepak bola Son Heung-min pada tahun 2022, serta atlet seluncur es Kim Yuna dan pemain golf Pak Se-ri.
Sutradara Shin Woo-seok dari kru produksi Dolphiners Films, yang menggarap video promosi khusus untuk KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik 2025 di Gyeongju, menerima Medali Mongnyeon, peringkat keempat tertinggi dari penghargaan Jasa Sipil.
Sementara, Direktur Ewha Womans University Medical Center, Lee Jong-min dianugerahi medali kehormatan karena memberikan perawatan medis gratis kepada perempuan migran selama 40 tahun.
Kim Ui-jung, seorang pejabat di Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya yang diakui karena memajukan pembicaraan perdagangan Korea-A-S, turut menerima medali jasa.
Mendiang Uskup Emeritus Rene Dupont dari Keuskupan Katolik Roma Andong, menerima menerima Medali Moran, peringkat tertinggi kedua dari Orde Jasa Sipil.
Pendiri dan presiden Vision Care, Kim Dong-hae dianugerahi Medali Seongnyu, peringkat tertinggi kelima dari Orde Jasa Sipil.
Seorang inspektur di Penjaga Pantai Uljin, Kim Hae-in turut menerima Orde Jasa Okjo, peringkat tertinggi kelima dan seorang petugas pemadam kebakaran di Gyeongju, Jin Jun-ho menerima medali jasa.
Berikutnya yang menerma penghargaan presiden adalah Jeong Jin-mun, seorang inspektur di Badan Kepolisian Metropolitan Daejeon, dan Kim Hyeon-mok, seorang pejabat di Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, .
Dalam kesempatan itu juga, Presiden Lee juga menekankan persatuan nasional dan pertumbuhan inklusif sebagai hal penting bagi masa depan.
Menurutnya, strategi pertumbuhan yang berpusat pada wilayah, perusahaan, atau kelas sosial tertentu memang telah mendorong era perkembangan pesat Korea di masa lalu.
Ia berpendapat, realitas saat ini yang ditandai dengan konsentrasi sumber daya dan akses yang tidak merata terhadap peluang, membutuhkan perubahan yang berani.
Menurut Lee, hasil pertumbuhan ekonomi harus mengalir ke usaha kecil dan menengah, serta perusahaan rintisan, dan menghasilkan peningkatan nyata dalam kehidupan sehari-hari semua orang.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________