Akibat Perang Israel-Hamas, Mata Uang Safe Haven Diburu Investor I KONTAN News


Rabu, 11 Oktober 2023 | 14:28 WIB | dilihat
Meletusnya perang antara Israel dan Hamas (Palestina) meningkatkan permintaan terhadap mata uang safe haven.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengamati, konflik politik yang terjadi di Timur Tengah sejak dimulai Sabtu (7/10) pekan lalu telah berdampak pada sentimen keuangan global.

Dolar Amerika Serikat (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Emas (XAU) dan minyak menjadi pilihan aset investasi di tengah kondisi yang tidak pasti tersebut.

“Aksi safe haven terjadi terhadap perburuan aset yang dinilai aman,” kata Nanang kepada Kontan.co.id, Selasa (10/10).

Nanang melihat, USD memiliki potensi paling besar untuk menguat signifikan dalam kondisi ketidakpastian global akibat perang.

Namun, isu soal suku bunga yang mulai meredup dari potensi kenaikan menjadi hambatan bagi dolar Amerika Serikat (AS).

Nanang juga melihat mata uang safe haven lain di kawasan Asia, Yen Jepang, belum menguat lebih lanjut.

Bank of Japan (BOJ) belum secara terbuka memberikan sinyal intervensi, walaupun sudah banyak kalangan sesumbar BOJ akan langsung intervensi apabila JPY tembus level US$ 150.

Di sisi lain, mata uang Israel yakni Shekel anjlok ke level terendah dalam 8 tahun baru-baru ini. Shekel menjadi mata uang yang dirugikan akibat konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Bank of Israel mengatakan akan menjual cadangan devisa (cadev) hingga US$30 miliar dalam upaya untuk menjaga stabilitas shekel selama perang Israel dengan Hamas di Jalur Gaza.

#kontantv #perang #israelhamas #matauang #safehaven #investor

Video Terkait

Berita Terkait

Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved