Trump Tugaskan Orang Kepercayaan untuk Kendalikan Gaza


Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:38 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Selamat datang di kanal berita Kontan Tivi. Hari ini kami menyampaikan pengumuman penting dari Gedung Putih tentang pembentukan Dewan Perdamaian yang akan mengawasi pemerintahan sementara di Gaza, wilayah yang sejak Oktober lalu berada di bawah gencatan senjata yang rapuh.

Menurut laporan Reuters pada Sabtu, 17 Januari 2026, anggota dewan yang ditunjuk meliputi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, utusan khusus Presiden Donald Trump Steve Witkoff, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, serta menantu Trump, Jared Kushner. Donald Trump sendiri akan memimpin dewan tersebut, sesuai rencana yang pertama kali diumumkan pada bulan Oktober.

Rencana ini telah disetujui oleh Israel dan kelompok militan Palestina Hamas. Kedua belah pihak sepakat bahwa badan teknokrat Palestina akan berada di bawah pengawasan dewan internasional selama masa transisi pemerintahan Gaza.

Namun keputusan ini menuai kritik tajam. Banyak pakar dan aktivis hak asasi manusia menilai bahwa pengawasan oleh tokoh-tokoh asing menyerupai struktur kolonial, dan keterlibatan Tony Blair dipertanyakan mengingat perannya dalam perang Irak serta jejak imperialisme Inggris di Timur Tengah.

Gedung Putih belum menjelaskan secara rinci tugas masing-masing anggota Dewan Eksekutif pendiri, dan yang mencolok, tidak ada warga Palestina yang termasuk dalam daftar tersebut. Pihak Gedung Putih menambahkan bahwa nama-nama tambahan akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan.

Selain anggota politik, dewan ini juga akan mencakup tokoh-tokoh dari sektor swasta, seperti miliarder Marc Rowan, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta penasihat Trump Robert Gabriel. Nickolay Mladenov, mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, akan ditunjuk sebagai perwakilan tinggi untuk Gaza.

Untuk mengamankan wilayah, Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers diangkat menjadi komandan Pasukan Stabilisasi Internasional. Penunjukan ini didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pertengahan November, memberikan wewenang kepada dewan dan negara?negara mitra untuk membentuk pasukan tersebut di Gaza.

Gedung Putih juga membentuk "Dewan Eksekutif Gaza" yang beranggotakan sebelas orang, termasuk Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah Sigrid Kaag, Menteri Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab Reem Al Hashimy, serta miliarder Israel Siprus Yakir Gabay.

Dewan tambahan ini akan mendukung kantor Nickolay Mladenov serta badan teknokrat Palestina, dengan rincian yang akan diumumkan minggu ini.

Sementara itu, situasi di lapangan tetap tegang. Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata, dengan laporan lebih dari 450 warga Palestina, termasuk lebih dari 100 anak?anak, serta tiga tentara Israel tewas selama periode gencatan senjata.

Serangan Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang, memicu krisis kelaparan, dan memaksa seluruh penduduk Gaza mengungsi di dalam negeri. Beberapa pakar hak asasi manusia, akademisi, dan penyelidikan PBB menyebutnya sebagai genosida.

Israel, di sisi lain, mengklaim tindakan militer mereka merupakan upaya membela diri setelah serangan Hamas pada akhir tahun 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang.

Itulah rangkuman terbaru mengenai Dewan Perdamaian Gaza dan dinamika politik serta kemanusiaan yang sedang berlangsung. Tetap ikuti kami untuk pembaruan selanjutnya.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved