Di tahun 2026, Danantara kembali diposisikan sebagai motor baru penggerak investasi nasional. Pemerintah membidik target realisasi investasi Rp2.100 triliun, naik dari capaian 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun. Ekonom menilai target ini masih realistis, terutama karena dorongan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) diperkirakan menguat seiring Danantara mulai aktif mengeksekusi portofolio proyek strategis sejak Oktober lalu.
Namun, kuncinya bukan hanya pada ketersediaan dana, melainkan kepastian regulasi dan kecepatan eksekusi di lapangan. Investor paling menghindari ketidakpastian—mulai dari aturan yang berubah-ubah hingga perizinan yang berbelit. Di tengah tekanan global, koordinasi erat antara Danantara dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi menjadi krusial: Danantara mendalami kelayakan proyek dan menjadi mitra strategis, sementara kementerian memastikan koridor kebijakan, perizinan, dan iklim usaha tetap kondusif. Jika sinkron, dorongan PMDN, minat PMA, dan fokus investasi di sektor kesehatan, hilirisasi, dan kimia bisa menjadi bahan bakar penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026.
#Danantara #Investasi #PMDN #PMA #Investasi2026 #EkonomiIndonesia #Hilirisasi #RosanRoeslani #JosuaPardede #SovereignWealthFund #IklimUsaha #KontanNews