Setelah hampir dua dekade jadi “tugu mangkrak” di tengah kota, tiang-tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said akhirnya resmi dibongkar. Proyek yang dimulai era Sutiyoso, sempat di-groundbreaking ulang era Jokowi, dan kemudian benar-benar ditinggalkan ini kini ditutup lewat pembongkaran 109 tiang yang ditargetkan rampung dalam tiga bulan. Selanjutnya, Pemprov DKI akan menata ulang koridor Rasuna Said: dari perbaikan jalan, trotoar, sampai pengembangan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari pembenahan wajah kota.
Yang bikin ironis, biaya pembangunan fisik tiang monorel dulu mencapai sekitar Rp193 miliar, sementara ongkos pembongkaran fisiknya hanya sekitar Rp254 juta (dari total anggaran penataan kawasan Rp100 miliar). Selama hampir 20 tahun, deretan tiang beton ini bukan hanya mengganggu estetika dan lalu lintas, tapi juga jadi simbol mahalnya ongkos proyek gagal di Jakarta. Kini ketika monorel resmi ditutup dan fokus beralih ke MRT, apakah pembongkaran ini bisa jadi titik balik transparansi dan perencanaan transportasi publik yang lebih serius ke depan?
#MonorelJakarta #RasunaSaid #Jakarta #TransportasiPublik #MRTJakarta #Infrastruktur #DKIJakarta #PramonoAnung #Sutiyoso #KontanNews