Tak Hanya Soal Independensi, BI Dihadapkan Tekanan Rupiah hingga Arah Suku Bunga


Selasa, 27 Januari 2026 | 13:13 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Bank Indonesia kini berada di persimpangan penting: selain menjaga independensinya, ia harus mengelola stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang semakin intens.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyoroti tiga tantangan utama yang akan dihadapi BI ke depan: tekanan nilai tukar rupiah, pengelolaan cadangan devisa, dan penentuan arah suku bunga yang semakin kompleks.

Menurut Yusuf, solusi bukanlah koordinasi fiskal?moneter yang bersifat diskresioner, melainkan "rule?based coordination"—sinergi yang diatur oleh aturan jelas dan indikator-indikator makroekonomi yang terukur.

Ia menekankan bahwa kolaborasi hanya boleh dilakukan bila satu atau lebih indikator terpenuhi, seperti inflasi melampaui target, defisit transaksi berjalan melebar, atau volatilitas nilai tukar berada di atas ambang yang telah disepakati bersama.

Pendekatan berbasis indikator ini penting untuk menjaga kredibilitas bank sentral, sehingga kebijakan tidak semata-mata dipengaruhi oleh kebutuhan pembiayaan pemerintah.

Yusuf memberikan contoh praktik Federal Reserve di Amerika Serikat, yang mengandalkan data ketenagakerjaan bulanan, inflasi inti, dan pertumbuhan upah sebagai patokan utama dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter.

Ia berpendapat, Indonesia juga harus mengadopsi model serupa: intervensi valas tidak cukup, melainkan kebijakan suku bunga, likuiditas, dan komunikasi pasar harus selaras dengan data fundamental ekonomi.

Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menambah dimensi baru. Yusuf menilai peran Djiwandono tidak hanya memperkuat sinergi dengan pemerintah, tetapi juga merapikan arsitektur kebijakan antara fiskal dan moneter.

Kolaborasi yang tidak diatur secara jelas dapat menggerus kredibilitas BI. Sebaliknya, desain kolaborasi yang transparan dan disiplin akan membantu BI menghadapi pelemahan rupiah, menjaga cadangan devisa, dan menentukan arah suku bunga tanpa mengorbankan independensi.

Yusuf menegaskan, sinergi antara BI dan pemerintah memang wajar, namun kuncinya terletak pada mekanisme kolaborasi yang terdefinisi, bukan sekadar niat baik.

Independensi BI harus diterjemahkan ke dalam regulasi dan mekanisme yang jelas, sehingga ada batasan tegas kapan BI dapat bersikap akomodatif terhadap kebutuhan pemerintah dan kapan harus berdiri tegak menjaga stabilitas ekonomi.

#kontan #kontannews #kontantv


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved