Kuasai Pasar Global, APNI dan PNIA Bangun Koridor Nikel Indonesia–Filipina


Sabtu, 09 Mei 2026 | 06:30 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) memperkuat sinergi regional dengan menggandeng Philippine Nickel Industry Association (PNIA).

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk membentuk Indo-Phil Nickel Corridor dalam rangkaian ASEAN Summit 2026.

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum APNI, Komjen Pol (P) Nanan Soekarna bersama Ketua PNIA, Antonio Co di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). Agenda ini turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto serta para delegasi industri kawasan ASEAN.

Ketua Umum APNI, Nanan Soekarna menjelaskan, kolaborasi dua negara produsen nikel terbesar dunia ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas pasokan global dan hilirisasi industri. Selain itu, kerja sama ini mencakup koordinasi strategis dalam menghadapi dinamika pasar mineral kritis dunia.

Indonesia dan Filipina bukan sekadar negara produsen nikel, tetapi kini memiliki peluang besar menjadi penentu arah pasar nikel global. Kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk menciptakan stabilitas supply chain, memperkuat hilirisasi, dan membangun standar ESG regional yang kredibel dan kompetitif.

Nanan menegaskan kemitraan ini tidak hanya terbatas pada perdagangan komoditas. Fokus utama lainnya mencakup penguatan investasi, pertukaran teknologi, pengembangan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) regional, hingga transparansi perdagangan mineral di Asia Tenggara.

Dengan posisi kolektif sebagai pemegang cadangan nikel terbesar, Indonesia dan Filipina dinilai memiliki peran vital dalam rantai pasok global. Khususnya untuk menyuplai kebutuhan industri stainless steel, baterai kendaraan listrik (electric vehicle), dan mendukung transisi energi bersih dunia.

Sementara itu, Ketua PNIA, Antonio Co menambahkan, integrasi industri nikel di level ASEAN ini penting dalam menghadapi lonjakan permintaan global terhadap mineral kritis. Melalui kerja sama ini, kedua negara diharapkan mampu memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan baru industri nikel dan baterai dalam dekade mendatang.

#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________


Video Terkait

Berita Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved