Indonesia-China Bidik Bisnis Energi Terbarukan


Kamis, 03 September 2026 | 14:42 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Bisnis China di Indonesia makin deras.

Dan kini, energi terbarukan menjadi salah satu ladang baru yang dibidik.

PT Bank OCBC NISP atau OCBC Indonesia bersama OCBC Singapura mempertemukan sekitar 40 perusahaan asal China dan 25 perusahaan Indonesia dalam OCBC One Connect 2026.

Forum ini diarahkan untuk membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis, khususnya dalam pengembangan rantai nilai energi terbarukan.

Direktur OCBC Indonesia Martin Widjaja mengatakan, OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China yang ingin masuk dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Di saat yang sama, platform ini juga membantu perusahaan Indonesia menjajaki peluang bisnis di China dan kawasan sekitarnya.

Pilihan sektor energi terbarukan bukan tanpa alasan.

Transisi energi dinilai bukan hanya berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga berpotensi menjadi mesin baru investasi, teknologi, dan pertumbuhan ekonomi.

Menariknya, aktivitas bisnis perusahaan China di Indonesia melalui OCBC terus meningkat.

Hingga Juli 2026, jumlah nasabah bisnis asal China di OCBC Indonesia melonjak lebih dari 80 persen secara tahunan.

Volume kredit dan pendanaan juga tercatat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya aktivitas bisnis perusahaan China di Indonesia, sekaligus membuka ruang bagi perbankan untuk menyediakan pembiayaan dan layanan transaksi lintas negara.

Lewat sesi market insight dan business matching, OCBC One Connect mempertemukan perusahaan, investor, manufaktur, penyedia teknologi, hingga mitra pembiayaan.

Tujuannya, membangun kolaborasi dari hulu ke hilir, mulai dari investasi dan manufaktur, hingga teknologi serta pembiayaan energi terbarukan.

Peluangnya pun masih terbuka lebar.

Data Kementerian ESDM mencatat, bauran energi baru dan terbarukan Indonesia mencapai 15,75 persen pada 2025, dengan kapasitas terpasang mencapai 15.630 megawatt.

Artinya, kebutuhan investasi, teknologi, manufaktur, dan pembiayaan untuk mengembangkan ekosistem energi terbarukan masih sangat besar.

Kolaborasi Indonesia-China pun berpotensi tidak sekadar mendatangkan investasi, tetapi juga memperkuat rantai pasok energi terbarukan di Indonesia.

Dari investasi hingga teknologi, dari manufaktur hingga pembiayaan, rantai bisnis energi hijau kini menjadi salah satu arena baru kerja sama ekonomi Indonesia dan China.

#kontantv #kontan #kontannews
 _________________________________________


Video Terkait

Berita Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved