AS telah menambahkan tiga perusahaan lagi ke dalam daftar larangan impor dari perusahaan-perusahaan China. Ketiga perusahaan tersebut diduga terlibat dengan kerja paksa Uyghur di Tiongkok.
Hal ini diketahui berdasarkan pemberitahuan pemerintah AS yang diposting secara online pada hari Selasa (11/6/2024).