Konsensus pajak internasional tercapai, Indonesia resmi bisa pajaki MNC


Jumat, 16 Juli 2021 | 01:11 WIB | dilihat

Di tengah pandemik Covid-19 yang membawa krisis ekonomi global, negara di forum G-20 akhirnya sepakat dengan sistem perpajakan internasional baru yang terus didiskusikan selama satu dekade. Beberapa Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menyepakati Two-Pillar Solution to Address the Tax Challenges Arising From the Digitalisation and Globalization of the Economy.



Ini menunjukkan keberhasilan pendekatan multilateralisme untuk mengatasi tantangan digitalisasi dan globalisasi ekonomi. Khususnya mengatasi Base Erosion Profit Shifting (BEPS) atau praktik penghindaran pajak perusahaan multinasional yang berjalan selama ini.



Kesepakatan yang mencakup 2 pilar ini bertujuan memberikan hak pemajakan yang lebih adil dan berkepastian hukum untuk mengatasi BEPS akibat adanya globalisasi dan digitalisasi ekonomi. Apa untungnya untuk Indonesia?



Dalam Pilar I, perusahaan yang tidak punya physical presence dapat dipajaki oleh Indonesia. Sehingga salah satu aturan pajak yang ada di Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bisa berjalan. Pemerintah bisa menerapkan PPh terhadap perusahaan asing atas dasar significant economic presence tanpa potensi adanya konflik antar negara.



Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengatakan konsensus perpajakan internasional ini akan banyak menguntungkan Indonesia.



Fajry menilai di 2023 mendatang potensi pajak digital dapat terus menggeliat. Terlebih, beberapa perusahaan digital asing sudah diwajibkan untuk melaksanakan ketentuan pajak pertambahan nilai (PPN).



Selanjutnya, kesepakatan Pilar 2 ditujukan untuk mengatasi isu BEPS lainnya dengan memastikan perusahaan multinasional dengan minimum omset konsolidasi sebesar € 750 juta harus membayar pajak penghasilan dengan tarif minimum 15% di negara domisili.



#KontanTv #KonsensusPerpajakanInternasional #GlobalisasidanDigitalisasiEkonomi



Video Terkait
Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved