Presiden Prabowo Subianto membanggakan capaian dan skala Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menyampaikan pidato di World Economic Forum (WEF). Di hadapan para pemimpin dunia, pelaku bisnis global, dan investor internasional, Prabowo menegaskan bahwa program sosial unggulan pemerintah Indonesia itu kini telah mencapai skala ekonomi yang sangat besar.
Prabowo menyebut, dari sisi anggaran, nilai Program Makan Bergizi Gratis bahkan sudah setara dengan omzet tahunan McDonald’s secara global. Pernyataan itu disampaikan untuk menggambarkan betapa masifnya program MBG, baik dari sisi pendanaan maupun dampaknya terhadap ekonomi nasional.
Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran MBG sekitar Rp 335 triliun. Jika dikonversi ke dolar Amerika Serikat dengan kurs APBN, angka tersebut setara sekitar US$ 21–22 miliar. Sebagai perbandingan, omzet global McDonald’s dalam satu tahun berada di kisaran US$ 25–26 miliar.
“Ini bukan sekadar program bantuan sosial, tetapi investasi besar pada sumber daya manusia Indonesia,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk menjangkau puluhan juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil. Pemerintah menilai program ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.
Prabowo juga menekankan bahwa besarnya anggaran MBG tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menggerakkan ekonomi domestik, mulai dari petani, peternak, UMKM pangan, hingga rantai distribusi di daerah.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa perbandingan dengan McDonald’s bukan berarti menyamakan program negara dengan bisnis komersial. Anggaran MBG adalah belanja publik untuk kepentingan sosial, sementara McDonald’s merupakan pendapatan perusahaan global dari aktivitas penjualan.
Pernyataan Presiden di forum global ini sekaligus menjadi sinyal kepada dunia bahwa Indonesia berani menjalankan program sosial berskala besar, dengan pendekatan ekonomi yang terukur dan berorientasi jangka panjang.
Dengan MBG, pemerintah ingin menunjukkan bahwa pembangunan manusia menjadi prioritas utama, bahkan ketika dunia tengah menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
#WEFDavos202
PrabowoSubiant
PidatoEkonomiPrabow
PrabowoDiDavo
IndonesiaDiWE
WEFLiv
Davos202
EkonomiGloba
ForumEkonomiDuni
Prabowonomic
IndonesiaGloba
WorldEconomicForu
DonaldTrum
TrumpDiDavo
GeopolitikGloba
InvestasiIndonesi
EkonomiIndonesi
PemimpinDunia