Ambisius Pertumbuhan Indonesia 8%! Ini Strategi Fiskal Pemerintah untuk 2027


Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:07 WIB | dilihat

Pemerintah bersama DPR RI telah menyepakati sejumlah asumsi dasar dan arah kebijakan fiskal dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target pertumbuhan ekonomi 2027 berada pada kisaran 5,8% hingga 6,5%, sebagai tahap transisi menuju pertumbuhan 8% pada 2029.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah menargetkan inflasi pada rentang 1,5%–3,5%, nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, serta suku bunga Surat Utang Negara tenor 10 tahun sebesar 6,5%–7,3%. Pemerintah juga akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan serta memperbaiki iklim investasi melalui deregulasi.
Di sisi penerimaan negara, rasio pendapatan negara terhadap PDB tahun 2027 disepakati berada pada kisaran 12,01%–12,40%. Pencapaiannya akan didorong melalui peningkatan kepatuhan pajak, perluasan basis pajak, optimalisasi sistem perpajakan digital, penguatan penegakan hukum, serta pemberian insentif fiskal yang terukur untuk mendukung investasi.
Sementara itu, defisit anggaran 2027 ditargetkan berada pada rentang 1,8%–2,4% terhadap PDB. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit di bawah 3% PDB dan utang di bawah 60% PDB, sekaligus mengoptimalkan peran Danantara, SMV, BLU, dan SWF untuk mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan fiskal menghadapi ketidakpastian global.
#PurbayaYudhiSadewa #KEMPPKF2027 #APBN2027 #EkonomiIndonesia #PertumbuhanEkonomi #DefisitAnggaran #Pajak #Investasi #Rupiah #Inflasi #KebijakanFiskal #DPRRI #Danantara #KeuanganNegara #KontanTV


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved