Kerusuhan besar pecah di Jakarta pada 25 dan 28 Agustus 2025. Ribuan buruh dan mahasiswa turun ke jalan depan Gedung DPR RI memprotes kenaikan gaji dan tunjangan fantastis anggota DPR yang mencapai Rp 104 juta per bulan, termasuk tunjangan perumahan Rp 50 juta. Puncak demo berujung tragis dengan tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, usai dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan. Publik marah setelah aksi joget anggota dewan viral, dianggap menyakiti hati rakyat di tengah krisis ekonomi.