Harga Minyak Melambung, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran


Selasa, 10 Maret 2026 | 10:11 WIB | dilihat

Lonjakan harga minyak dunia hingga menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran soal kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi di Indonesia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan kenaikan ini dipicu ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang mengganggu stabilitas pasar energi global. Pada Senin, 9 Maret 2026, harga minyak Brent kontrak Mei tercatat sekitar US$119,50 per barel dan WTI kontrak April mencapai US$119,48 per barel—jauh melampaui asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 yang hanya US$70 per barel.

Meski harga minyak dunia melonjak sekitar 25% dan berada di level tertinggi sejak pertengahan 2022, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik setidaknya hingga periode Lebaran tahun ini. Bahlil menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga masalah utama saat ini berada pada tekanan harga, bukan ketersediaan pasokan. Namun karena harga minyak global sudah jauh melampaui asumsi APBN, pemerintah tetap melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mengantisipasi beban subsidi energi jika tren harga tinggi bertahan dalam jangka lebih lama.

#BBM #HargaMinyak #BahlilLahadalia #ICP #APBN2026 #SubsidiEnergi #EnergiIndonesia #Ramadan #Lebaran #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved