Prabowo Didesak Keluar dari Dewan Perdamaian Trump, Ini Jawaban Istana


Jumat, 06 Maret 2026 | 08:49 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, muncul desakan agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian dunia.

Namun Presiden Prabowo Subianto memilih tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Istana menegaskan, Indonesia justru ingin mencoba terlebih dahulu menggunakan forum tersebut untuk memperjuangkan perdamaian.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid menyatakan, Presiden Prabowo tidak ingin gegabah memutuskan Indonesia keluar dari Board of Peace atau BoP.

Menurut Nusron, Indonesia ingin memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana diplomasi untuk mendorong perdamaian, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Indonesia sudah menerima keanggotaan dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya mencari solusi damai.

Ia menegaskan, jangan sampai Indonesia keluar sebelum upaya diplomasi benar-benar dicoba.

Nusron menjelaskan, saat ini BoP dinilai sebagai salah satu forum strategis yang masih tersedia untuk membahas perdamaian di kawasan konflik.

Presiden Prabowo bahkan sempat mempertanyakan, jika Indonesia keluar dari forum tersebut, lalu di mana lagi Indonesia bisa berunding untuk memperjuangkan perdamaian.

Menurutnya, hingga saat ini tidak banyak forum internasional yang secara khusus membahas proses perdamaian di Palestina dan Gaza.

Karena itu Indonesia bersama delapan negara lain masih memilih bertahan di dalam forum tersebut.

Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak menutup mata terhadap kritik masyarakat.

Desakan agar Indonesia keluar dari BoP terus bermunculan setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada akhir Februari lalu.

Serangan tersebut bahkan dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Banyak pihak menilai serangan itu menunjukkan bahwa lembaga perdamaian tersebut tidak sejalan dengan komitmen untuk menghentikan konflik global.

Dewan Perdamaian atau BoP sendiri dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Forum ini sebelumnya diperkenalkan sebagai alternatif dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dinilai tidak lagi efektif dalam menangani konflik global.

BoP memiliki misi besar untuk menciptakan stabilitas dunia serta membantu rekonstruksi wilayah konflik seperti Gaza.

Namun setelah serangan ke Iran, sebagian pihak menilai lembaga tersebut hanya menjadi kedok diplomatik yang tidak benar-benar mendorong perdamaian.

Kini pemerintah Indonesia berada di tengah dilema diplomasi.

Di satu sisi, ada tekanan publik agar keluar dari forum tersebut.

Namun di sisi lain, pemerintah ingin tetap memanfaatkan jalur diplomasi internasional untuk memperjuangkan perdamaian dunia.

Apakah Indonesia akan tetap bertahan di Dewan Perdamaian ini?

Atau justru memilih keluar jika forum tersebut dinilai tidak lagi bermanfaat?

Perkembangan keputusan pemerintah masih akan terus dinantikan.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved