Pemerintah Serap Utang Baru Rp 152 Triliun dari Lelang SUN Sampai Februari 2026


Jumat, 20 Februari 2026 | 11:54 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan berhasil menyerap sekitar Rp 152 triliun dari empat kali lelang Surat Utang Negara (SUN). Angka ini menunjukkan bahwa permintaan investor masih sangat kuat meski pasar global sedang bergejolak.

Lelang SUN tersebut dilaksanakan pada 2 Januari, 20 Januari, 3 Februari, dan 18 Februari 2026. Pada tiap lelang, pemerintah menargetkan indikatif sebesar Rp 33 triliun untuk tenor jangka pendek hingga obligasi fixed rate.

Pada lelang 2 Januari, total penawaran (incoming bids) mencapai Rp 90,9 triliun, namun nilai yang dimenangkan hanya Rp 40 triliun. Selanjutnya, lelang 20 Januari mencatat incoming bids Rp 82,9 triliun dengan serapan Rp 36 triliun.

Lelang 3 Februari kembali menunjukkan incoming bids Rp 76,5 triliun dan pemerintah menyerap Rp 36 triliun. Lelang terbaru pada 18 Februari 2026 mencatat incoming bids Rp 63,06 triliun, dengan nilai yang dimenangkan kembali Rp 40 triliun.

Selain SUN, pemerintah juga menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 1 Januari, 27 Januari, dan 10 Februari. Total serapan SBSN mencapai Rp 36 triliun, sebagai bagian dari upaya pembiayaan APBN 2026 yang ditargetkan Rp 689,1 triliun.

Direktur DJPPR Kemenkeu, Suminto, menyatakan bahwa meski beberapa pasar global sedang libur Tahun Baru Imlek, incoming bids pada lelang SUN terbaru masih tergolong kuat. Ia menyoroti bahwa permintaan investor terkonsentrasi pada tenor menengah, khususnya seri 5?tahun dan 10?tahun, yang masing?masing mencatat incoming bids Rp 24,16 triliun dan Rp 21,07 triliun.

Menurut Suminto, partisipasi investor domestik tetap dominan, terutama dari sektor perbankan yang menyumbang porsi terbesar pemenang lelang. Investor asing juga tetap aktif, dengan awarded bids sekitar 15,5?% dari total nilai yang dimenangkan.

Kondisi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah. Meskipun incoming bids mengalami penurunan dibandingkan lelang sebelumnya, yield yang diminta investor masih kompetitif. Penurunan penawaran terutama berasal dari SPN tenor pendek, seiring strategi perbankan mengantisipasi kebutuhan likuiditas menjelang Lebaran.

Itulah rangkuman performa lelang Surat Utang Negara dan Surat Berharga Syariah Negara pada awal 2026. Tetap ikuti perkembangan pasar obligasi Indonesia, dan sampai jumpa di video selanjutnya!

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved