KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Investor sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan pandangan optimistis terhadap emas.
Terbaru, ia memprediksi harga emas berpotensi menembus 27.000 dollar A-S per ons di tengah tren kenaikan harga logam mulia.
Sebelumnya, dalam unggahan di media sosial pada Senin (26/1/2026), Kiyosaki merayakan lonjakan harga emas yang telah mencetak rekor baru di atas 5.000 dollar AS per ons.
Ia menyebut, emas berada di jalur menuju target harga jangka panjang yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai 27.000 dollar A-S .
Jika proyeksi tersebut terwujud, harga emas berpotensi melonjak lebih dari lima kali lipat dari posisi saat ini.
Prediksi tersebut menjadikan Kiyosaki sebagai salah satu tokoh paling optimistis terhadap prospek emas di pasar global.
Selain emas, Kiyosaki juga menunjukkan keyakinan kuat terhadap harga perak. Dalam sejumlah unggahan, ia menilai perak tengah mengalami perubahan fundamental dalam perannya di perekonomian global.
Dikutip dari Finbold, Kamis (29/1/2026), Kiyosaki mencatat, pada 1990, harga perak masih berada di kisaran 5 dollar A-S per ons. Saat ini, harga perak bergerak di rentang 92 hingga 95 dollar A-S per ons, mencerminkan lonjakan nilai yang signifikan dalam lebih dari tiga dekade.
Menurut dia, reli panjang tersebut menegaskan bahwa perak tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat tukar dan penyimpan nilai, melainkan telah berevolusi menjadi logam struktural yang menopang ekonomi berbasis teknologi.
Kiyosaki pun memprediksi harga perak berpotensi mencapai 200 dollar AS per ons pada 2026.
Meski demikian, Kiyosaki mengakui prediksi tersebut bisa saja meleset.
Namun, ia menegaskan tetap percaya pada prospek jangka panjang perak, baik sebagai logam industri maupun sebagai penyimpan nilai.
Target harga emas dan perak yang disampaikan Kiyosaki tidak terlepas dari pandangannya yang konsisten mengkritik sistem mata uang fiat.
Ia berulang kali memperingatkan bahwa pemerintah mencetak apa yang ia sebut sebagai uang palsu atau fake money, sementara inflasi terus menggerus nilai riil uang tunai.
Dalam pandangannya, penabung tradisional berada dalam posisi yang merugikan. Secara nominal, saldo tabungan memang terlihat meningkat, tetapi daya beli terus menurun dari tahun ke tahun.
Karena itu, Kiyosaki mendorong masyarakat untuk mengalihkan aset dari dolar dan mata uang fiat ke emas, perak, dan Bitcoin (BTC), yang menurutnya tidak dapat terdepresiasi dengan cara yang sama seperti uang kertas.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________