KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Polemik antara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara NATO terkait Greenland justru disambut dengan rasa puas di Moskwa.
Lingkaran dekat Presiden Rusia Vladimir Putin memandang ancaman Presiden A-S Donald Trump untuk menjatuhkan tarif kepada sekutu NATO sebagai sinyal melemahnya aliansi transatlantik.
Bagi Rusia, situasi ini dinilai menguntungkan di tengah perang Ukraina yang sejak awal mereka gambarkan sebagai konflik proksi melawan NATO.
Pernyataan bernada mengejek dari pejabat tinggi Rusia pun bermunculan.
Salah satu suara paling vokal datang dari Kirill Dmitriev, figur penting Rusia yang terlibat dalam berbagai jalur komunikasi dengan Washington terkait perang di Ukraina.
Lewat akun X, seperti dikutip Newsweek pada Senin (19/1/2026), Dmitriev menulis singkat namun tajam, aliansi transatlantik telah berakhir.
Bagi Kremlin, gesekan antara A-S dan sekutu-sekutunya ini memiliki arti strategis. Rusia selama ini membingkai invasinya ke Ukraina sebagai perang proksi melawan NATO.
Karena itu, meningkatnya ketegangan akibat ambisi Trump untuk menguasai Greenland dipandang berpotensi melemahkan aliansi Barat pada fase penting konflik.
Ketegangan semakin terasa setelah pekan lalu pasukan dari Perancis, Jerman, dan sejumlah negara Eropa lainnya tiba di Greenland untuk menggelar latihan militer.
Kehadiran pasukan ini berlangsung di tengah retorika Trump yang kian keras soal keinginannya mengambil alih pulau otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark tersebut.
Tak lama berselang, Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif 10 persen terhadap beberapa negara NATO, termasuk Perancis, Swedia, Denmark, Norwegia, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Tarif itu diberlakukan sampai A-S mencapai kesepakatan terkait akuisisi Greenland.
Menanggapi latihan militer Eropa, Dmitriev kembali melontarkan sindiran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari permainan berbahaya dengan mengirim militer ke Greenland, seraya menambahkan, Eropa seharusnya tidak memprovokasi Daddy mereka.
Dalam unggahan lain, ia menulis, runtuhnya persatuan transatlantik. Akhirnya sesuatu yang benar-benar layak dibahas di Davos.
Sindiran tak kalah pedas juga datang dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia sekaligus mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. Melalui media sosial, Medvedev menilai AS kini sedang bersiap menyerang Greenland.
Ia bahkan memelintir slogan kampanye Trump dengan nada sarkastik: Make America Great Again (MAGA) = Make Denmark Small Again (MDSA) = Make Europe Poor Again (MEPA). Apakah ide ini akhirnya meresap, wahai orang-orang bodoh?
#kontan #kontannews #kontantv