Besarnya Kontribusi Ekspor Sawit dan Batubara Dibayangi Dugaan Under-Invoicing


Jumat, 29 Mei 2026 | 14:00 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Pemerintah menyoroti dugaan praktik under-invoicing dalam ekspor komoditas strategis seperti sawit dan batubara.

Praktik ini diduga menyebabkan potensi kerugian negara hingga Rp 15.400 triliun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, komoditas crude palm oil atau CPO, besi dan baja, serta batubara menjadi penopang utama ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 dengan kontribusi mencapai lebih dari 29 persen.

Namun Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya dugaan pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dibanding harga sebenarnya di pasar global.

Menurut Prabowo, keuntungan dari selisih harga tersebut diduga disimpan di luar negeri dan tidak masuk sebagai devisa nasional.

#kontan #kontantv #kontannews #SawitIndonesia #BatubaraIndonesia #UnderInvoicing #EksporIndonesia #CPO #IndustriTambang #KomoditasEkspor #EkonomiIndonesia #Minerba #PerdaganganGlobal #PajakEkspor #TransparansiEkspor #BeritaEkonomi #KabarBisnis #UpdateIndonesia #BreakingNews #FinanceNews #NewsUpdate #FaktaEkonomi #IndonesiaUpdate


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved