Saham Bank Besar Turun Drastis Pada Pembuka Tahun 2026! Ada Apa?


Senin, 05 Januari 2026 | 12:45 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Memasuki hari pertama perdagangan tahun 2026, saham-saham perbankan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren pelemahan. Pertanyaannya, apakah ini menjadi pertanda awal koreksi yang lebih dalam untuk sektor perbankan di tahun ini?

Pada Jumat, 2 Januari 2026, sejumlah saham bank besar terpantau mengalami koreksi. PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI mencatat penurunan terdalam, melemah 2,52% menjadi Rp 4.260. Menyusul di belakangnya, saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA turun 0,62% ke Rp 8.025, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI terkoreksi 0,55% ke Rp 3.640, dan PT Bank Mandiri Tbk atau BMRI melemah 0,49% ke Rp 5.075.

Tren serupa juga terlihat pada bank lapis kedua. PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BBTN turun 1,28%, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS anjlok 3,14%, sementara PT CIMB Niaga Tbk atau BNGA melemah 1,12%. Bahkan, beberapa bank digital seperti PT Bank Jago Tbk atau ARTO dan PT Allo Bank Indonesia Tbk atau BBHI juga mengalami koreksi tipis, sementara PT Bank Neo Commerce Tbk atau BBYB dan PT Bank Amar Indonesia Tbk atau AMAR terpantau stabil.

Menurut Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, pergerakan lesu di awal tahun ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor teknikal dan minimnya sentimen baru. Pasar disebut masih dalam fase penyesuaian pasca reli selektif di akhir tahun 2025, dengan investor yang melakukan rebalancing portofolio dan bersikap wait and see karena belum ada katalis kebijakan atau kinerja baru yang signifikan.

Ekky menegaskan bahwa kondisi ini belum mencerminkan perubahan fundamental pada sektor perbankan secara keseluruhan. Sepanjang 2025, kinerja saham bank-bank besar memang relatif tertinggal akibat tekanan margin bunga bersih dan kenaikan biaya dana, sementara saham bank digital dan bank kecil justru menguat.

Namun, tren ini berpotensi berubah di tahun 2026. Ekky memprediksi pasar akan kembali lebih rasional dan menuntut kualitas laba yang nyata. Ia melihat peluang bagi saham bank-bank besar untuk mengejar ketertinggalan, didukung potensi penurunan suku bunga, stabilisasi margin bunga bersih, serta pemulihan pertumbuhan kredit.

Sementara itu, saham bank digital masih berpeluang menarik, namun penguatannya diperkirakan tidak akan seagresif tahun lalu dan akan lebih selektif, bergantung pada realisasi profitabilitas dan perbaikan fundamental yang konkret.

Terkait bank-bank milik pemerintah, rencana penarikan sebagian dana Saldo Anggaran Lebih atau SAL oleh pemerintah berpotensi menjadi tekanan jangka pendek karena berkurangnya likuiditas murah. Namun, Ekky menilai dampaknya masih manageable, mengingat bank pelat merah memiliki basis dana pihak ketiga yang kuat, akses likuiditas luas, dan dukungan kebijakan yang solid. Reaksi pasar saat ini dinilai cenderung berlebihan.

Dalam jangka menengah, investor diprediksi akan kembali fokus pada kualitas aset, pertumbuhan kredit, dan prospek laba. Dari sisi pilihan saham, Ekky menilai BMRI menjadi salah satu big bank yang paling menarik dengan valuasi yang rasional dan potensi diuntungkan dari siklus suku bunga yang akomodatif.

Di segmen bank digital, saham yang menunjukkan perbaikan kinerja dan jalur menuju profitabilitas seperti BBYB dan ARTO masih layak dicermati. Namun, Ekky mengingatkan investor untuk tetap disiplin karena volatilitas saham-saham ini masih tergolong tinggi.

#kontantv #kontan #kontannews _________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved