BGN Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan Jika Ada Sekolah Tolak MBG


Selasa, 27 Januari 2026 | 22:00 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tidak ada pemaksaan bagi sekolah yang menolak program MBG. Seperti yang disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati, pada Senin, 26 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena siswanya berasal dari keluarga yang mampu, tidak apa-apa.

Penegasan ini muncul setelah seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitan memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di wilayahnya.

Penyebab utama penolakan tersebut adalah beberapa sekolah elit dengan ribuan siswa yang menolak menerima bantuan MBG, meski sudah diupayakan bantuan dari Danramil dan Kapolsek.

Menurut Nanik, prinsip pemerintah adalah menyediakan MBG untuk seluruh anak Indonesia agar tidak ada yang kekurangan gizi. Namun, penerimaan program harus bersifat sukarela, tanpa paksaan atau intimidasi dari SPPG atau instansi manapun.

Jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi siswanya dan memilih tidak menerima MBG, hal itu sepenuhnya dapat dipahami dan tidak menjadi masalah.

Ia juga menyarankan agar para Kepala SPPG lebih aktif menjelajahi wilayah cakupannya untuk menemukan penerima manfaat yang lebih membutuhkan, seperti pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak jalanan usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dengan pendekatan yang inklusif dan sukarela, program MBG diharapkan dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan, sekaligus menghormati kemandirian sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara gizi.

Itulah update terbaru dari Badan Gizi Nasional. Tetap ikuti kami untuk informasi penting lainnya seputar kesehatan dan gizi di Indonesia. Sampai jumpa!

#kontan #kontannews #kontantv


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved