Danantara Kurangi Suntik Modal ke BUMN, Tahun Ini Fokus Kejar Nilai Tambah


Kamis, 15 Januari 2026 | 22:45 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara akan membatasi porsi injeksi modal untuk penyelamatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2026.

Danantara kini mengalihkan strategi ke penciptaan nilai tambah bagi perusahaan pelat merah dan perekonomian nasional.

Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, mengatakan pada fase awal pembentukan Danantara, porsi terbesar kebijakan memang diarahkan pada penyelamatan dan penyehatan BUMN yang mengalami tekanan kinerja.

Namun pendekatan tersebut tidak bisa terus-menerus menjadi strategi utama. Ia menilai, jika Danantara terus berada pada pola penyelamatan, maka ruang untuk menciptakan nilai tambah bagi BUMN dan perekonomian nasional justru tidak akan pernah tercapai.

Maka itu, Danantara memutuskan porsi penyelamatan tahun ini menjadi lebih sedikit.

Danantara menilai saat ini sudah saatnya pengelolan BUM naik kelas dengan berfokus pada penciptaan nilai tambah melalui ekspansi bisnis, peningkatan daya saing, dan penguatan fundamental jangka panjang.

Selain strategi investasi, Danantara juga menyiapkan langkah restrukturisasi besar-besaran terhadap BUMN. Jumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya mencapai lebih dari 1.000 entitas ditargetkan dipangkas menjadi sekitar 200 perusahaan.

Skemanya mencakup merger hingga likuidasi bagi BUMN dengan kondisi keuangan yang dinilai sangat tidak sehat.

Opsi privatisasi juga dibuka bagi BUMN yang secara finansial lemah, tetapi masih memiliki potensi nilai bagi investor.

Sebagai catatan, Danantara sebelumnya telah menggelontorkan injeksi modal kepada sejumlah BUMN.

Salah satunya kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) senilai Rp 23 triliun, yang terdiri atas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) Rp6,65 triliun dan modal tunai Rp17 triliun.

Lalu, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) senilai Rp 4,93 triliun dalam bentuk shareholder loan.

Terbaru, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) senilai Rp 846 miliar dalam bentuk shareholder loan. Langkah tersebut menjadi bagian dari fase awal Danantara dalam menstabilkan BUMN sebelum beralih ke agenda penciptaan nilai.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved