Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, kabar penting datang bagi Indonesia setelah dua kapal milik Pertamina International Shipping berhasil keluar dari kawasan konflik di sekitar Selat Hormuz. Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon dilaporkan telah meninggalkan wilayah Teluk Arab yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Keberhasilan ini membantu memastikan rantai pasok energi Indonesia tetap berjalan, meskipun dua kapal lain—VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro—masih menunggu situasi keamanan membaik sebelum melintasi jalur tersebut.
Pertamina memastikan distribusi energi nasional tetap aman dengan dukungan sekitar 345 armada kapal serta koordinasi intensif dengan otoritas maritim selama 24 jam. Pemerintah juga menegaskan harga BBM dalam negeri tetap stabil di tengah kekhawatiran lonjakan harga energi global. Di sisi lain, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperkirakan konflik dengan Iran segera berakhir sempat menekan harga minyak dunia, dengan minyak West Texas Intermediate turun dari sekitar 103 dolar AS menjadi 83 dolar AS per barel. Perkembangan ini memberi sedikit kelegaan bagi pasar energi global, meski situasi geopolitik di kawasan masih terus dipantau.
#Pertamina #SelatHormuz #EnergiIndonesia #HargaMinyak #TimurTengah #Geopolitik #BBM #KontanNews