Tepis Punya Saham, Luhut Minta Toba Pulp Ditutup


Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membantah dirinya memiliki keterkaitan dengan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU).

Bantahan ini merespons kabar yang menyebut Luhut sebagai salah satu pemilik saham perusahaan yang memproduksi bubur kertas di Sumatera Utara itu.

Dia mengaku, selama ini dirinya hanya memiliki saham di perusahaan pertambangan batu bara, PT Toba Sejahtra atau PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan PT Kutai Energi.

Luhut mengaku jengkel dengan tuduhan memiliki saham di Toba Pulp Lestari. Ia pun menantang pihak-pihak yang menuduhnya memiliki saham di Toba Pulp Lestari untuk membeberkan buktinya.

Menurut Luhut, negara yang menganut paham demokrasi harus mengkritik berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi belaka.

Alih-alih memiliki saham di Toba Pulp Lestari, Luhut mengaku justru dirinya telah menolak keberadaan Toba Pulp Lestari, yang sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk, sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Penolakan ini bukan tanpa alasan, Luhut menjelaskan, ketika dia menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) era Presiden ke-4 Gus Dur sekitar tahun 2001, dirinya menyaksikan sendiri masyarakat mengeluhkan pengrusakan lingkungan oleh Toba Pulp Lestari.

Masyarakat kala itu tengah berdemo menolak pengrusakan lingkungan lebih lanjut oleh perusahaan tersebut karena operasional perusahaan menyebabkan Danau Toba menjadi semakin keruh dan berbau, serta merusak kawasan hutan.

Luhut bahkan mengaku, di masaGus Dur itu diri mengusulkan untuk menutup operasional Toba Pulp Lestari.

Tapi berjalannya waktu, operasional perusahana itu kembali dibuka karena lobinya yang luar biasa.

Toba Pulp Lestari sempat tutup pada 2001 namun kembali beroperasi pada 2003. Setelah itupun perusahaan ini sempat beberapa kali ditutup oleh pemerintah karena masalah pengrusakan lingkungan.

Menurut Luhut, perusahaan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto ini menjadi penyebab kerusakan hutan terbesar di Tapanuli, Sumatera Utara.

Oleh karenanya, ketika Presiden Prabowo Subianto menjabat, dia kembali meminta agar negara mengambil alih lahan yang dikuasai Toba Pulp Lestari.

Bahkan, Luhut menyarankan agar Presiden Prabowo mencabut izin usaha Toba Pulp Lestari karena kerusakan yang ditimbulkan sudah terlalu masif dan merugikan negara.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved