Pada Jumat, 6 Maret 2026, Hezbollah mengeluarkan peringatan keras melalui Telegram berbahasa Ibrani, meminta warga Israel yang tinggal dalam radius 5 kilometer dari perbatasan Lebanon–Israel untuk segera mengungsi. Peringatan ini muncul kurang dari sehari setelah Israel lebih dulu meminta warga di pinggiran selatan Beirut, khususnya kawasan Dahiyeh yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah, untuk meninggalkan wilayah tersebut. Eskalasi meningkat setelah Hezbollah menembakkan roket ke arah Israel pada awal pekan, yang kemudian dibalas Israel dengan serangan udara ke selatan Beirut serta wilayah selatan dan timur Lebanon.
Situasi ini menunjukkan konflik kini memasuki fase yang semakin berbahaya, dengan kedua pihak saling mengeluarkan peringatan evakuasi dan melancarkan serangan balasan. Hezbollah menuduh Israel melanggar kedaulatan Lebanon dan menghancurkan infrastruktur sipil, sementara Israel memilih memperkuat pasukan di wilayah perbatasan ketimbang mengevakuasi kota-kota di utara. Jika siklus ini terus berlanjut, zona perbatasan Lebanon–Israel berisiko berubah menjadi titik bentrokan yang lebih luas, sekaligus memperbesar krisis kemanusiaan bagi warga sipil di kedua sisi.
#Hezbollah #Israel #Lebanon #Beirut #KonflikTimurTengah #PerbatasanLebanonIsrael #EvakuasiWarga #SeranganUdara #RoketHezbollah #KrisisKemanusiaan #KontanNews