KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Kementerian ESDM menyepakati revisi RKAB 2026 dengan target produksi batubara sekitar 700 juta ton dan nikel sekitar 290 juta ton.
Keputusan ini diharapkan memberikan kepastian bagi kegiatan produksi pertambangan di Indonesia.
Untuk batubara, kebutuhan domestic market obligation (DMO), khususnya bagi pembangkit listrik PT PLN, diperkirakan mencapai sekitar 154 juta ton pada 2026.
Sementara itu, produksi nikel menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan smelter, industri hilir, dan rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Namun, besarnya kuota produksi tidak otomatis menjamin kenaikan harga komoditas maupun penerimaan negara. Keseimbangan pasokan, permintaan pasar, kebutuhan domestik, dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi faktor penting.
Bagaimana dampak keputusan ESDM ini terhadap industri tambang? Dan seperti apa arah kebijakan produksi untuk RKAB 2027 yang masih dievaluasi?
Simak analisis lengkapnya dalam video ini. Ikuti berita energi, pertambangan, dan ekonomi terbaru hanya di Kontan.
#Batubara #Nikel #ESDM #RKAB2026 #Pertambangan #EnergiIndonesia #IndustriNikel #HargaKomoditas #Kontan
#kontantv #kontan #kontannews
_________________________________________