Iran Klaim Tahu Lokasi Netanyahu! IRGC Ancam Serangan Tanpa Henti


Rabu, 04 Maret 2026 | 11:30 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan Timur Tengah memasuki fase yang semakin berbahaya.

Penasihat militer senior Iran mengklaim Teheran kini mengetahui lokasi pertemuan Perdana Menteri Israel.

Ancaman pun dilontarkan: serangan balasan tanpa henti.

Seberapa serius situasinya?

Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi menyatakan intelijen Iran memiliki pengawasan penuh terhadap target Amerika Serikat dan Israel.

Ia bahkan menyebut pihaknya mengetahui lokasi pertemuan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Intelijen Iran memiliki pengawasan penuh terhadap target A-S dan Israel, ujarnya, dikutip dari Iran International.

Safavi juga menegaskan bahwa Iran telah memperkuat kemampuan rudal dan drone untuk menghadapi musuh.

Memasuki hari keempat peperangan, Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC mengeluarkan peringatan keras.

Juru bicaranya, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikan serangan balasan.

Musuh harus menunggu serangan balasan terus-menerus. Pintu neraka akan terbuka semakin lebar bagi Amerika Serikat dan Israel, tegasnya dalam siaran televisi pemerintah.

Dalam dua hari pertama konflik, Iran dilaporkan meluncurkan hampir 400 rudal dan sekitar 1.000 drone ke arah Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Yordania — belum termasuk target utama, Israel.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengklaim sistem pertahanan udaranya bekerja sesuai rencana.

Perwira militer tertinggi A-S, Dan Caine, menyatakan jaringan pertahanan udara dan rudal terintegrasi berhasil mencegat ratusan rudal balistik.

Namun pertanyaan besarnya: berapa lama sistem ini mampu bertahan?

Pakar di Middle East Institute, Scott Benedict, menggambarkan konflik ini seperti dua pemanah yang saling menembakkan panah — salah satu akan kehabisan amunisi lebih dulu.

Iran diketahui memiliki ratusan hingga hampir 2.000 rudal jarak menengah yang mampu menjangkau Israel, belum termasuk stok rudal jarak pendek untuk negara-negara Teluk.

Ditambah lagi, drone yang digunakan Iran jauh lebih murah dan cepat diproduksi.

Dengan klaim intelijen yang semakin berani, ancaman tanpa henti dari IRGC, dan perang rudal yang terus berlangsung, konflik ini tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.

Apakah ancaman terhadap Netanyahu hanya perang psikologis?

Atau ini sinyal eskalasi yang lebih besar?

Timur Tengah kini benar-benar berada di ambang konflik berkepanjangan — dengan risiko yang bisa meluas jauh melampaui kawasan.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved