COVID-19 bertahan hidup di udara dalam beberapa kondisi


Senin, 23 Maret 2020 | 15:06 WIB | dilihat

World Health Organization (WHO) mempertimbangkan beberapa tindakan pencegahan penularan COVID-19 melalui udara. Langkah ini menindaklanjuti temuan baru bahwa virus corona mampu bertahan hidup di udara (survive in airborne) dalam beberapa kondisi. Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan virus ini pada umumnya ditularkan melalui tetesan atau cairan ketika si penderita bersin serta batuk. Tapi menurut Dr. Kerkhove tenaga medis harus lebih berhati-hati melakukan aerosol-generating procedure. Ini prosedur yang dilakukan untuk membantu pernapasan pasien. Pasalnya, prosedur ini membuat partikel-partikel berisi virus berpeluang tinggal di udara sedikit lebih lama Virus corona dapat melayang di udara, tetap menggantung di udara tergantung faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti panas dan lembap. Jadi sangat penting bagi para petugas kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan tambahan ketika mereka bekerja dan melakukan prosedur tersebut. Pejabat kesehatan merekomendasikan staf medis memakai masker N95 karena masker jenis ini menyaring sekitar 95% dari semua partikel cair atau udara. #kontantv #airborne #aerosolgeneratingprocedure


Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved