Gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menutup lagi Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia. Dampaknya langsung terasa bagi Indonesia, di mana dua kapal milik PT Pertamina International Shipping—Pertamina Pride dan Gamsunoro—masih tertahan di Teluk Arab dan belum dapat melanjutkan pelayaran.
Pihak perusahaan menegaskan fokus utama saat ini adalah keselamatan awak, kapal, dan muatan, sambil terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menyiapkan jalur pelayaran yang aman. Ketidakpastian di Selat Hormuz ini berpotensi mengganggu rantai pasok energi global dan logistik Indonesia. Seberapa besar dampaknya terhadap pasokan energi dan biaya distribusi ke depan?
#Pertamina #SelatHormuz #EnergiGlobal #Geopolitik #MinyakDunia #KontanNews