Balapan akuisisi TOWR, TBIG dan Mitratel kian sengit


Selasa, 07 September 2021 | 11:57 WIB | dilihat

Perusahaan-perusahaan tower telekomunikasi asik berlomba menambah aset lewat aksi anorganik.

Pada 4 September 2021 anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menandatangani perjanjian jual beli saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Protelindo akan mengakuisisi 90% saham SUPR. Jika menggunakan patokan harga saham SUPR di Rp 7.000 per saham, total nilai transaksi 90% saham SUPR tersebut mencapai sekitar Rp 7,2 triliun.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga tak kalah ekspansifnya.

Pada April 2021, TBIG sukses mengakuisisi 3.000 menara milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 4 triliun. Akuisisi tersebut membuat total menara yang dimiliki TBIG per 30 Juni 2021 menjadi 19.598 menara.

Dari luar bursa saham, TBIG dan TOWR memiliki pesaing yang tak kalah gesitnya yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Pada 31 Agustus 2021, Mitratel mengikat kesepakatan perjanjian jual beli 4.000 menara telekomunikasi dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Dengan transaksi ini Mitratel memiliki lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sudah menjadi rahasia umum, Mitratel disiapkan oleh TLKM untuk masuk ke bursa saham. Akuisisi menara milik Telkomsel merupakan bagian dari upaya mempercantik Mitratel, sebelum sahamnya disuguhkan ke investor lewat IPO.

#KontanTv #AkuisisiPerusahaanTowerTelekomunikasi


Video Lainnya

Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved