Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menominasikan keponakannya, Thomas Djiwandono, untuk duduk di Dewan Gubernur Bank Indonesia. Thomas yang kini menjabat Wakil Menteri Keuangan itu disebut akan menggantikan Juda Agung, dan jika lolos uji kelayakan di DPR, ia akan ikut memiliki hak suara dalam penentuan suku bunga dan arah kebijakan moneter BI. Langkah ini muncul di tengah target ambisius pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029, sekaligus menambah sorotan terhadap batas antara kebijakan teknokratis dan kepentingan politik.
Di sisi lain, investor kian cermat mengamati dinamika independensi bank sentral setelah skema burden sharing BI–pemerintah tahun lalu dan pembahasan RUU yang memperkuat peran BI dalam mendukung pertumbuhan. Di tengah kekhawatiran soal potensi tekanan politik terhadap kebijakan moneter, nominasi Thomas Djiwandono akan menjadi ujian penting: apakah BI tetap mampu menjaga kredibilitas dan independensinya, atau justru memasuki babak baru intervensi politik yang lebih dalam?
#PrabowoSubianto #ThomasDjiwandono #BankIndonesia #DewanGubernurBI #IndependensiBI #KebijakanMoneter #SukuBunga #EkonomiIndonesia #Investor #BurdenSharing #KontanNews