Harga Emas Capai Puncak, Kenapa?


Senin, 05 Januari 2026 | 13:30 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Memasuki awal tahun 2026, pasar logam mulia langsung menunjukkan tren penguatan yang signifikan, melanjutkan lonjakan tajam yang telah terjadi sepanjang tahun 2025.

Apa yang mendorong kenaikan ini? Dua faktor utama: ketegangan geopolitik global yang meningkat, serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh Amerika Serikat.

Pada Jumat, 2 Januari 2026, harga emas spot tercatat stabil di level 4.313,29 dolar AS per troy ounce, bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 4.402,06 dolar AS.

Sebelumnya, emas batangan telah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 4.549,71 dolar AS per ounce pada 26 Desember 2025, membukukan kenaikan impresif sekitar 64% sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup sedikit melemah 0,3% ke posisi 4.329,6 dolar AS per ounce.

Menurut Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, pasar masih memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve pada Maret, dan bahkan kemungkinan pemangkasan lanjutan sepanjang tahun ini.

Kombinasi spekulasi kebijakan moneter, risiko pasar akibat isu tarif, serta meningkatnya utang Amerika Serikat, menjadi pendorong utama kenaikan harga emas, perak, platinum, dan paladium.

Ekspektasi setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed, masing-masing sebesar 25 basis poin, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi aset yang semakin menarik bagi para investor.

Selain itu, status emas sebagai aset lindung nilai atau *safe haven* turut diperkuat oleh ketegangan di Iran, belum tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, serta konflik yang masih berlangsung di Gaza.

Dari sisi teknikal, analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyebut target kenaikan berikutnya untuk kontrak emas Februari adalah mampu menembus dan ditutup di atas level resistensi kuat di sekitar 4.584 dolar AS per ounce.

Di pasar fisik, emas mulai diperdagangkan dengan premi di India dan China untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan terakhir. Ini menandakan mulai pulihnya permintaan di dua konsumen emas terbesar dunia tersebut.

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan performa kuat. Harga perak spot naik 0,7% ke level 71,77 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 83,62 dolar AS.

Harga platinum melonjak 3,5% ke 2.125,80 dolar AS per ounce, menyusul rekor baru yang dicatatnya di 2.478,50 dolar AS pada awal pekan.

Sepanjang tahun 2025, perak dan platinum bahkan mencatat kinerja lebih unggul dibanding emas. Harga perak melesat lebih dari 147%, didorong oleh penetapannya sebagai mineral kritis di AS, keterbatasan pasokan, serta rendahnya persediaan di tengah kuatnya permintaan industri dan investasi.

Sementara itu, harga platinum melonjak sekitar 127% dalam setahun penuh.

Adapun harga paladium naik hampir 2% ke posisi 1.636,43 dolar AS per ounce. Logam ini menutup tahun 2025 dengan kenaikan sekitar 76%, yang merupakan lonjakan tahunan terbesar dalam 15 tahun terakhir.

Meskipun mengawali tahun 2026 dengan penguatan pasca reli akhir tahun, seluruh logam mulia diperkirakan masih berpotensi mencatatkan pelemahan secara mingguan.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved