Menkeu Kritik Bank Syariah Lebih Mahal, OJK Buka Suara


Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:15 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK merespons kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait kinerja perbankan syariah.

Sebelumnya, Purbaya menilai biaya produk dan layanan bank syariah cenderung lebih mahal dibanding bank konvensional.

Ia juga menyoroti bahwa prinsip syariah dinilai belum sepenuhnya dijalankan, sehingga manfaatnya bagi perekonomian belum optimal.

Menanggapi hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae, menyebut kritik tersebut sebagai masukan positif.

Menurutnya, kemajuan perbankan syariah sangat bergantung pada dukungan dan komitmen pemerintah dalam pengembangan sektor ini.

Dian mengakui, struktur biaya industri perbankan syariah saat ini masih dipengaruhi tingginya cost of fund atau biaya dana.

Hal ini berdampak langsung pada struktur pricing pembiayaan yang akhirnya terasa lebih mahal bagi nasabah.

Penyebab utamanya adalah skala usaha bank syariah yang relatif kecil.

Mayoritas bank umum syariah masih berada pada kategori KBMI I, dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun. Bahkan, sebagian besar memiliki total aset di bawah Rp 40 triliun.

Dengan skala yang belum besar, sumber dana bank syariah masih bergantung pada dana yang relatif mahal, sehingga ruang efisiensi menjadi terbatas.

OJK menilai, tantangan utama perbankan syariah bukan sekadar mengejar pertumbuhan, melainkan memperkuat permodalan agar mampu mencapai skala ekonomi yang memadai.

Skala usaha yang lebih besar dinilai akan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat investasi teknologi, memperluas ekspansi pembiayaan, dan membuat struktur harga lebih kompetitif.

Dengan demikian, bank syariah bisa lebih tangguh bersaing di industri perbankan nasional yang didominasi bank-bank besar dan mature.

Selain persoalan modal, OJK juga menyoroti tantangan diferensiasi produk.

Selama ini, banyak produk bank syariah masih bersifat dasar dan belum memiliki nilai tambah yang kuat sebagai pembeda dari bank konvensional.

Ke depan, OJK mendorong industri perbankan syariah untuk mengoptimalkan produk yang ada agar lebih efisien dan inklusif, mengembangkan produk baru yang unik dan bernilai tambah tinggi, serta menguatkan keunikan model bisnis berbasis prinsip syariah.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi industri perbankan syariah dalam menciptakan produk yang bisa menjadi game changer dan menarik minat masyarakat lebih luas.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved