Selat Hormuz Memanas! AS Siapkan Pengawalan Militer Kapal Minyak


Kamis, 05 Maret 2026 | 14:00 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas.

Pemerintah Amerika Serikat kini bersiap mengambil langkah besar untuk menjaga jalur perdagangan minyak dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan menyatakan kemungkinan pengawalan militer bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ancaman serangan terhadap kapal tanker minyak akibat konflik dengan Iran.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan menyediakan jaminan asuransi risiko politik bagi kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan Teluk Persia.

Kebijakan ini bertujuan memastikan arus perdagangan energi global tetap berjalan meskipun situasi keamanan di kawasan semakin tidak stabil.

Trump menginstruksikan lembaga keuangan pemerintah, US International Development Finance Corporation, untuk menyediakan jaminan asuransi risiko politik bagi kapal yang beroperasi di kawasan Teluk.

Skema ini bertujuan menekan lonjakan biaya asuransi yang biasanya meningkat tajam saat konflik bersenjata terjadi.

Beberapa perusahaan asuransi bahkan mulai menarik perlindungan mereka karena tingginya risiko serangan terhadap kapal tanker.

Trump mengatakan, jika kondisi memburuk, Angkatan Laut Amerika Serikat dapat mulai mengawal kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.

Dalam skema ini, kapal perang Angkatan Laut AS akan mendampingi kapal tanker atau membentuk konvoi kapal dagang yang dilindungi oleh armada militer.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan aliran energi global tidak terganggu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.

Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa kapasitas armada Angkatan Laut A-S untuk melakukan pengawalan secara luas masih menjadi tantangan.

Tidak semua kapal tanker dapat dikawal secara rutin karena keterbatasan jumlah armada.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Selat ini menjadi pintu utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar global.

Minyak dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab hingga Iran sebagian besar dikirim melalui jalur ini menuju pasar global, terutama ke Asia.

Secara global, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz.

Karena itu, gangguan di jalur ini dapat memicu gejolak besar pada pasar energi internasional.

Ketegangan meningkat setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk.

Dalam beberapa insiden terbaru, setidaknya tiga kapal tanker mengalami kerusakan akibat serangan di wilayah tersebut.

Bahkan, satu awak kapal dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Ancaman ini membuat banyak perusahaan pelayaran mulai mempertimbangkan ulang perjalanan mereka melalui jalur tersebut.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mulai berdampak pada pasar energi global.

Harga minyak dunia sempat melonjak lebih dari satu dolar A-S per barel karena meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari kawasan Teluk.

Pasar energi global sangat sensitif terhadap gangguan di Selat Hormuz karena besarnya volume minyak yang melewati jalur tersebut setiap hari.

Langkah Amerika Serikat memberikan jaminan asuransi dan mempertimbangkan pengawalan militer bagi kapal tanker dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas pasar energi global.

Namun dengan konflik yang terus meningkat antara A-S dan Iran, masa depan jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz masih dipenuhi ketidakpastian.

#kontantv #kontan #kontannews _________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved