Xi Jinping dan Vladimir Putin Semakin Mengeratkan Persahabatan di Beijing I KONTAN News


Selasa, 17 Oktober 2023 | 18:10 WIB | dilihat
Pada pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan perjalanan ke China untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping.

Ini akan menjadi perjalanan pertama pemimpin Kremlin tersebut ke luar negeri pada tahun ini.

Melansir Reuters, ada sejumlah hal yang akan menjadi perhatian dunia dalam pertemua dua sahabat ini. Apa saja?

Baik Putin maupun Xi menunjukkan persahabatan yang erat.

Asal tahu saja, Putin pernah mengantarkan es krim Rusia – “Eskimo” dan “Plombir” karya Chistaya Liniya – kepada Xi pada hari ulang tahunnya.

Sementara Xi adalah satu-satunya pemimpin dunia yang merayakan ulang tahun Putin bersamanya.

Selama kunjungannya ke Rusia pada tahun 2019 ketika kedua pemimpin menandatangani paket kesepakatan perdagangan dan mengagumi panda di kebun binatang Moskow, Xi mengatakan kepada media Rusia:

"Presiden Putin adalah rekan asing yang paling sering berinteraksi dengan saya. Dia adalah sahabat saya, dan saya sangat menghargai persahabatan kami."

Xi juga menganugerahi Putin medali persahabatan pada tahun 2018, dengan mengatakan bahwa "Putin adalah sahabat dekat saya".

Putin mengatakan pada bulan Maret bahwa dia telah mengundang Xi ke apartemen pribadinya di Kremlin.

Dia bilang mereka ngobrol di depan api unggun sambil minum teh.

Menteri Pertahanan China Li Shangfu tidak terlihat di depan umum selama lebih dari enam minggu.

Para pengamat China akan melihat siapa yang akan memimpin pembicaraan dengan para pejabat militer Rusia mengenai kerja sama antar kedua belah pihak.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Li dijatuhi sanksi oleh AS pada tahun 2018 atas kesepakatan senjata yang ia peroleh dengan Rusia pada masa jabatannya sebelumnya.

Jenderal Liu Zhenli, kepala badan militer yang bertanggung jawab atas operasi tempur dan perencanaan China, muncul sebagai kandidat utama untuk posisi tersebut.

China tampak menahan diri untuk tidak mengutuk operasi Rusia terhadap Ukraina atau menyebutnya sebagai “invasi”.

Hal ini sejalan dengan Kremlin yang menyebut perang tersebut sebagai “operasi militer khusus”.

Amerika Serikat telah memperingatkan China agar tidak mengirimkan senjata apa pun ke Rusia.

Meski demikian, China adalah importir minyak mentah Rusia terbesar kedua setelah India dan dengan demikian mendukung perekonomian Rusia.

China sendiri membantah laporan di surat kabar Barat bahwa mereka telah mengirim senjata ke Rusia.

#kontantv #rusia #china #vladimirputin #xijinping #sahabat

Video Terkait

Berita Terkait

Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved