KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Para pemimpin Uni Eropa (UE) berencana menggelar pertemuan darurat untuk menyikapi ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif pada negara-negara yang tidak mendukung akuisisi Greenland oleh AS.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dalam unggahannya di platform X, Minggu (18/1/2026), menyatakan Uni Eropa akan mengoordinasikan langkah bersama para pemimpin dari 27 negara anggota sebagai respons atas tekanan ekonomi dari Washington.
Menurutnya, Uni Eropa sepenuhnya mendukung Denmark, yang memerintah Greenland.
Costa menegaskan, Uni Eropa siap melawan segala bentuk pemaksaan ekonomi oleh pemerintahan Trump.
Sementara itu, seorang diplomat Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa blok tersebut tengah menyiapkan paket tarif balasan senilai sekitar 107,7 miliar dollar AS atau setara Rp 1,81 kuadriliun (asumsi kurs Rp 16.900 per dollar AS).
Paket tersebut sebelumnya telah disusun pada Agustus lalu, seiring meningkatnya dorongan tarif dari pemerintahan Trump.
Tarif balasan itu akan mengenakan bea masuk lebih tinggi terhadap berbagai produk asal AS dan dijadwalkan berlaku otomatis mulai 6 Februari 2025 mendatang.
Greenland, pulau terbesar di dunia, sejak lama dipandang Trump sebagai wilayah strategis di kawasan Arktik.
Pulau ini dinilai memiliki akses terhadap sumber daya penting serta posisi geopolitik yang krusial di tengah persaingan Rusia dan China.
Pada Jumat lalu, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa ia mungkin akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang tidak mendukung rencananya mengakuisis Greenland.
Trump juga menegaskan bahwa AS harus mengakuisisi Greenland demi kepentingan keamanan nasional.
Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait rencana pertemuan darurat para pemimpin Uni Eropa dan potensi tarif balasan tersebut.
Adapun ancaman tarif tambahan dari Trump muncul di tengah penantian putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas sejumlah bea masuk yang diberlakukan pemerintahannya pada 2024.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________