Vladimir Putin: Kita Harus Pikirkan Bagaimana Setop Tragedi Perang di Ukraina I KONTAN News


Jumat, 24 November 2023 | 13:59 WIB | dilihat
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan pernyataan yang menenangkan terkait perang Ukraina.

Melansir Reuters, Putin mengatakan kepada para pemimpin G20 pada Rabu bahwa negara dunia perlu memikirkan cara menghentikan "tragedi" perang di Ukraina.

Ini menjadi salah satu pernyataan Putin yang paling menenangkan sampai saat ini tentang konflik.

Keputusan Putin untuk mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022 memicu konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Selain itu, langkah itu juga merupakan konfrontasi paling parah antara Rusia dan Barat sejak Perang Dingin.

Saat berbicara kepada para pemimpin G20 untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang, pemimpin Kremlin itu mengatakan tindakan militer selalu merupakan sebuah tragedi.

“Dan tentu saja, kita harus memikirkan cara menghentikan tragedi ini. Ngomong-ngomong, Rusia tidak pernah menolak pembicaraan damai dengan Ukraina,” katanya.

Pernyataan tersebut, meskipun jelas ditujukan untuk konsumsi internasional, merupakan salah satu pernyataan Putin yang paling dovish terhadap perang selama berbulan-bulan.

Ini sangat kontras dengan kecamannya yang terkadang panjang mengenai kegagalan dan arogansi Amerika Serikat.

Pertempuran di Ukraina sejak Februari 2022 telah menewaskan atau melukai ratusan ribu orang, membuat jutaan orang mengungsi dan menghancurkan sebagian besar wilayah selatan dan timur negara itu.

Putin menggunakan kata "perang" untuk menggambarkan konflik tersebut, bukan istilah "operasi militer khusus" yang digunakan Kremlin selama ini.

“Saya memahami bahwa perang ini, dan kematian banyak orang, merupakan sebuah kejutan,” kata Putin, sebelum menjelaskan kasus Rusia bahwa Ukraina telah menganiaya orang-orang di Ukraina timur.

Konflik di Ukraina timur dimulai pada tahun 2014 setelah seorang presiden pro-Rusia digulingkan dalam Revolusi Maidan di Ukraina.

Kemudian Rusia mencaplok Krimea, dengan pasukan separatis yang didukung Rusia melawan angkatan bersenjata Ukraina.

Menurut Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, sekitar 14.000 orang terbunuh di sana antara tahun 2014 dan akhir tahun 2021. Ini termasuk 3.106 warga sipil.

#kontantv #rusia #ukraina #vladimirputin #perang #konflik #g20

Video Terkait

Berita Terkait

Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved