Eskalasi Besar! F-35 & F-22 Dikerahkan ke Dekat Iran, Perang di Depan Mata?


Kamis, 19 Februari 2026 | 17:39 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru.

Dalam 24 jam terakhir, Washington mengerahkan lebih dari 50 jet tempur canggih ke Timur Tengah, mempertegas eskalasi militer di tengah perundingan nuklir yang sedang berlangsung di Jenewa.

Langkah ini terjadi saat Presiden Donald Trump mempertimbangkan opsi besar terkait masa depan hubungan kedua negara.

Mengutip laporan Axios dan pejabat Amerika Serikat, militer AS memindahkan lebih dari 50 pesawat tempur dalam dua hari terakhir.

Pesawat yang dikerahkan mencakup:

F-35A Lightning II

F-22 Raptor

F-16 Fighting Falcon

F-15E Strike Eagle

serta pesawat peringatan dini E-3 Sentry

Analis intelijen sumber terbuka, Oliver Alexander, melacak pergerakan tersebut melalui data penerbangan publik.

Beberapa F-35 terdeteksi singgah di Pangkalan Udara Lajes di Azores, titik transit strategis menuju Eropa dan Timur Tengah.

Tiga tanker KC-46A Pegasus mendukung pemindahan F-22 dari Langley, Virginia, ke Inggris.

Sementara pesawat tanker KC-135 Stratotanker terlihat mengawal F-16 menuju pangkalan di Spanyol dan langsung ke Timur Tengah.

Selain kekuatan udara, Washington juga mengerahkan kapal induk raksasa USS Gerald R. Ford ke kawasan tersebut.

Sebelumnya, USS Abraham Lincoln bersama hampir 80 pesawat tempur sudah berada sekitar 700 kilometer dari pantai Iran.

Penempatan ini membuat sedikitnya selusin F-35 dan F/A-18 berada dalam jarak serang.

Gedung Putih menyatakan Presiden Trump sedang mempertimbangkan apakah akan bergabung dengan Israel dalam kemungkinan aksi militer terhadap fasilitas nuklir Iran.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa keputusan akan diambil dalam dua minggu ke depan.

Trump disebut menginginkan jaminan bahwa langkah militer benar-benar diperlukan, tidak menyeret Amerika ke konflik panjang, dan mampu melumpuhkan program nuklir Iran.

Selama tiga hari berturut-turut, Trump menggelar rapat keamanan nasional di Situation Room Gedung Putih.

Di tengah peningkatan militer, perundingan yang dimediasi Oman di Jenewa tetap berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut kedua pihak telah menyepakati seperangkat prinsip panduan untuk kesepakatan lebih luas.

Ia menggambarkan putaran terakhir sebagai lebih konstruktif, meski mengakui kesenjangan posisi masih lebar.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menanggapi pengerahan kapal perang AS dengan peringatan keras.

Ia menyatakan kapal perang memang berbahaya, namun lebih berbahaya lagi adalah senjata yang mampu menenggelamkannya.

Iran juga menggelar latihan militer di Selat Hormuz, bahkan sempat menutup sebagian jalur pelayaran, memicu kecemasan pasar energi global.

Eskalasi militer dan diplomasi kini berjalan beriringan.

Di satu sisi, perundingan terus berlangsung
i sisi lain, kekuatan tempur kedua negara semakin mendekat.

Dua minggu ke depan bisa menjadi momen penentu: kesepakatan diplomatik atau konfrontasi terbuka.

Dunia kini menunggu keputusan Washington dan respons Teheran.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved