Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Amerika Serikat mengizinkan staf non-darurat beserta keluarga di Kedutaan Besar A-S di Israel untuk meninggalkan negara tersebut, seraya mengimbau warga Amerika mempertimbangkan pulang selagi penerbangan komersial masih tersedia. Langkah ini berbarengan dengan kedatangan kapal induk raksasa USS Gerald R. Ford ke perairan dekat Israel, sinyal jelas bahwa Washington meningkatkan kesiagaan militernya di kawasan.
Di Washington, Presiden Donald Trump menerima paparan tertutup dari Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dan jajaran militer soal berbagai opsi serangan terhadap Iran, mulai dari penggunaan bom penembus bunker untuk fasilitas nuklir bawah tanah, serangan presisi ke lokasi peluncuran rudal, hingga blokade armada kapal cepat Iran di Teluk. Di sisi lain, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup: perundingan A-S–Iran yang dimediasi Oman masih berjalan, meski kedua pihak bersitegang soal batas pengayaan uranium, program rudal, dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata.
Di tengah evakuasi staf kedutaan, pengerahan kapal induk, dan tarik-menarik meja perundingan, dunia kembali bertanya-tanya: apakah ini masih sekadar tekanan diplomatik tingkat tinggi, atau justru awal dari konflik besar baru di Timur Tengah?
#TimurTengah #ASvsIran #USSGeraldRFord #Israel #DonaldTrump #KeteganganGlobal #DiplomasiAtauPerang #Geopolitik #MinyakDunia #KontanNews