Para pedagang mata uang kripto lokal tidak khawatir dengan rencana masuknya Binance Holding Ltd di pasar kripto dalam negeri.
Rieka Handayani, VP Corporate Communication Tokocrypto, mengatakan, jumlah investor kripto dan transaksi kripto di dalam negeri masih tumbuh pesat.
Ini membuktikan Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi industri aset kripto.
"Semakin banyaknya pemain yang masuk di industri kripto artinya pasar aset kripto tumbuh semakin besar, sehingga menarik perusahaan lain yang sebelumnya tidak melirik industri ini," kata Rieka, Kamis (16/12).
Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), jumlah investor aset kripto di Indonesia per Oktober 2021 mencapai 9,5 juta investor.
Sementara, transaksi investasi kripto di Indonesia tembus Rp 478,5 triliun per Juli 2021, atau naik 5 kali lipat. Nilai transaksi di pasar kripto rata-rata bisa mencapai Rp 1,7 triliun per hari.
Menurut Co-founder CryptoWatch Christopher Tahir transaksi di pasar kripto dalam negeri bisa jadi akan terus tumbuh dan melebihi transaksi di bursa saham.
Pekan ini Binance mengumumkan akan mendirikan crypto exchange di Indonesia. Untuk memuluskan ekspansi ini, Binance menggandeng MDI Ventures, modal venture milik PT Telkom Indonesia Tbk.
Dalam kerjasama dengan MDI, Binance akan menyediakan infrastruktur, teknologi, dan pengelolaan aset, untuk mendukung pengembangan platform exchange kripto baru tersebut.
"Dengan adopsi teknologi yang cepat serta potensi ekonomi yang kuat, Indonesia bisa menjadi salah satu pusat ekosistem blockchain dan aset kripto di Asia Tenggara," papar CEO dan Founder Binance Changpeng Zhao dalam keterangan resmi, Rabu (15/12).
Sebelumnya, Binance juga pernah menjalin kemitraan strategis dengan Tokocyrpto. Rieka mengatakan hingga saat ini Binance terus mendukung Tokocyrpto.
#PedagangKriptoTakKhawatirHadapiBinance #BinanceHoldingLtd